gak perlu di deskripsikan, karena semua udah jelas

Kamis, 26 Juni 2014

keluar Jalur,,!!

Assalamualaikum selamat malam,,

     
        mengawali tanggal 27 di hari jum'at ini, masih dalam keadaan kusut, dimana semua hal yang dianggap sulit sudah teratasi, namun seketika teringat kembali berkat cletukan teman-teman mengenai presentasi proyek akhir, ahhhhh kenapa harus ada proyek akhir ini???? sebenarnya ini merupaka hal yang sudah 6 bulan lalu dibahas, tetapi bagi kami menerjakan tugas yang masih lama itu terasa aneh, karena akan lebih bersemangat apabila mendapatkan tugas yang sudah dead line besok,
       
       ahhhhh, kesalku kembali muncul ketika teringat proyek akhir ini tidak semudah yang aku bayangkan sebelumnya, dalam satu sisi aku bangga dengan apa yang kami kerjakan namun disisi lain aku merasa tertekan dengan yang aku kerjakan saat ini.

memang sudah seharusnya setiap kita mendapatkan suatu tantangan agar  kita dapat mengetahui seberapa kuat kita dalam menyelesaikan masalah ini,tanpa terkecuali.!!!

      lama kami tidak merasakan nikmatnya tidur dihiasi mimpi, kalaupun bermimpi sudah pasti akan terbangun, karena proyek akhir ini sampai masuk ke dalam pikiran ini, bahkan terjaga sepanjang malam, sambil menatap layar komputer, sungguh sensasi yang luar biasa, dan benar-benar luar biasa.

 intinya kami tidak pernah menyalahkan proyek akhir ini karena terlalu berat, sungguh berat. kami hanya butuh pencerahan agar apa yang kami kerjakan ini tidak sia-sia, dan bisa di pertanggungjawabkan nantinya. karena tanggal 1 Juli 2014 seminar proyek akhir, dan berharap semua akan indah pada waktunya. :)

udah gitu aja, gak enak kalo banyak banyak di omongin ,!!
hehehe

cc: proyek akhir Domain Manager
Share:

Sabtu, 21 Juni 2014

1.      PENJELASAN
Sebelum mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan dari ketiga model yang digunakan yaitu Waterfall, Iterasi, dan Spiral,
a.       Waterfall
Merupakan salah satu model rekayasa yang diperkenalkan oleh winston royce, pada tahun 1970,  waterfall model merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier. Output dari setiaptahapnya merupakan input bagi tiap berikutnya, tahapan yang harus dilalui yaitu, Reqruitment, Spesification. Desig, implementation, Integration, Operation mode & retrimen.



b.      Iterasi
Iterasi adalah model pengembangan system yang bersifat dinamis dalam artian setiap proses pengembangan system dapat diulang jika terdapat kekrangan atau kesalahan, setiap tahapan pengembangan system dapat dikerjakan berupa ringkasan dan tidak lengkap, tetapi pada akhir pengembangan akan didapatkan system yang lengkap. Dapat digambarkan sebagai berikut


c.       Model Spiral
Pada awalnya model ini diusulkan oleh  Boehm, meruoakan model proses perangkat lunak evolusioner yang menangkal sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model squensial linear. Model ini memungkinkan pengembangmenngembangkan versi yang lebih lengkap 
Tapan pada model spiral ada enam  diantaranya komunikasi pelanggan, perencanaan, analisis resiko, perekayasaan, konstruksi dan peluncuran, dan evaluasi pelanggan.



2.      Kelebihan dan kekurangan masing masing model

A.    Model Iterasi
Kelebihan Model Iterasi :
1.      Dapat mengakomodasi jika terjadi perubahan pada tahapan pengembangan yang telah dilaksanakan.
2.      Dapat disesuaikan agar system bisa dipakai selama hidup software computer.
3.      Cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
4.      Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tahapan karena system terus bekerja selama proses.

Kekurangan Model Iterasi :
1.      Hanya berlaku untuk Short-Lifetime system.
2.      Tahapan proses tidak terlihat sedang berada ditahapan mana suatu pekerjaan.
3.      Memerlukan alat ukur kemajuan secara regular.
4.      Perubahan yang sering terjadi dapat merubah struktur system.
5.      Memerlukan tenaga ahli dengan kemampuan tinggi.

B.     Model Waterfall

KeuntunganMetode Waterfall

1.       Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
2.       Document pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi  setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
3.       Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno, daripada menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.

Kelemahan waterfall

1.       Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.
2.       Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan yang berakibat pada tahapan selanjutnya.
3.       Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal pengembangan.
4.       Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memakan waktu yang lama.
5.       Pada kenyataannya, jarang mengikuti urutan sekuensial seperti pada teori. Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.

C.     Model Spiral
Kelebihan model Spiral :
1.      Setiap tahap pengerjaan dibuat prototyping sehingga kekurangan dan apa yang diharapkan oleh client dapat diperjelas dan juga dapat menjadi acuan untuk client dalam mencari kekurangan kebutuhan.
2.      Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
3.      Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer. 
4.      Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.
5.      Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.
6.      Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif.
7.      Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.

Kekurangan model Spiral :

  1. Banyak konsumen (Client) tidak percaya bahwa pendekatan secara evolusioner dapat dikontrol oleh kedua pihak. Model spiral mempunyai resiko yang harus dipertimbangkan ulang oleh konsumen dan developer.
  2. Memerlukan tenaga ahli untuk memperkirakan resiko, dan harus mengandalkannya supaya sukses.
  3. Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien karena usianya yang relatif baru.
  4. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
  5. Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute.


Share:

Audit SI/TI 
menggunakan ITIL Framework

                  Audit sistem informasi merupakan salah satu metode penilaian terhadap suatu objek,dalam hal ini adalah sistem informasi. Tujian audit sistem informasi telah menjamin integitas data, mencapai tujuan-tujuan suatu organisasi secara efektif, dan telah menggunakan sumber daya secara efisien. Audit sistem informasi dilakukan untuk mendapatkan temuan-temuan yang pada akhirnya akan diberikan pula solusi atau rekomendasinya. Namun pada dasarnya audit dapat dilakukan di organisasi manapun dengan proses bisnis apapun sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dalam bidang audit sistem informasi banyak framework yang dapat digunakan, diantaranya, COBIT, TOGAF, dan ITIL. Framework tersebut berfingsi untuk membantu dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam proses bisnis suatu organisasi dengan hasilnya yang berupa temuan-temuan. Dari temuan-temuan hasil audit tersebut pada akhirnya juga harus diberikan rekomendasinya. Framework itil merupakan salah satu framework yang banyak digunakan selama ini.
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) telah mengalami beberapa pembaharuan, pembaharuan framework ITIL yang terakhir adalah ITIL versi 3. Didalam ITIL versi 3 ini terdapat 5 domain, yaitu :
1.       service strategy,
2.      service design,
3.      service transition,
4.      service operation serta,
5.      continual service improvement.
Kelima domain tersebut memiliki subdomainnya sendiri. Seperti domain service operation yang memiliki sub pembahasan atau subdomain, antara lain service desk, incident management, problem management, event management, request fulfilment, dan access management. 

Siklus Layanan ITIL
Kelima bagian ITIL yang seperti tersebut di atas biasanya disebut juga sebagai bagian dari sebuah siklus. Dikenal pula dengan sebutan Sikuls Layanan ITIL. Secara singkat, masing-masing bagian dijelaskan sebagai berikut.
Service Strategy
 Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy. Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
  1. Service Portfolio Management
  2. Financial Management
  3. Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.
Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
  1. Service Catalog Management
  2. Service Level Management
  3. Supplier Management
  4. Capacity Management
  5. Availability Management
  6. IT Service Continuity Management
  7. Information Security Management
Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
  1. Transition Planning and Support
  2. Change Management
  3. Service Asset & Configuration Management
  4. Release & Deployment Management
  5. Service Validation
  6. Evaluation
  7. Knowledge Management

Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
  1. Event Management
  2. Incident Management
  3. Problem Management
  4. Request Fulfillment
  5. Access Management
Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle
Dalam audit sistem informasi ada beberapa tahapan yang dilakukan, yaitu:
1.      Tahap pemeriksaanpendahuluan,
2.      Tahap pemeriksaan rinci,
3.      Tahap pengujian kesesuaian,
4.      Tahap pengujian kebenaran bukti, dan,

5.      Tahap penilaian secara umum atau hasil pengujian.
Share:

Selasa, 03 Juni 2014

Sekilas Tentang MySQL






MySQL merupakan produk software DBMS yang cukup populer dipasaran, karena DBMS ini didistribusikan secara freeware atau gratis dan juga support untuk berbagai platform bahkan sekarang juga telah tersedia paketan untuk platform sistem operasi Windows. Selain gratis DBMS MySQL ini juga memiliki kecepatan akses yang lebih baik selain produk-produk DBMS sekelas sehingga MySQL sangat cocok untuk diterapkan pada aplikasi-aplikasi pemrograman berbasis internet. Berikut ini akan diuraikan beberapa perintah-perintah untuk mengakses DBMS MySQL yang dapat diketikkan pada aplikasi MySQL Client. 

1. Perintah membuat database Bentuk umumnya: 

CREATE DATABASE namadatabase 

contoh : 

CREATE DATABASE cobadb; 
2. Perintah mengaktifkan database. 
bentuk umumnya: 

USE namadatabase 

contoh: 

USE cobadb

3. Perintah membuat tabel di database. 
bentuk umum: 

CREATE TABLE namatabel 
namafield1 type [NOT NULL] [AUTO_INCREMENT], 
namafield2 type [NOT NULL] [AUTO_INCREMENT], 
..... 
[PRIMARY KEY(namafield)] 
);  
keterangan: 
namafield1, namafield2, adalah nama field anggota tabel. NOT NULL, adalah berfungsi untuk membuat status field sebagai field mandatory field, sehingga apabila saat terjadi penambah record tabel field ini tidak boleh dikosongkan.

Koneksi Data PHP dengan MySQL 

Berikut ini akan diuraikan pemakaian fungsi-fungsi untuk mengkoneksikan data ke DBMS MySQL dengan PHP. 
1. fungsi koneksi ke instance server MySQL 
 integer mysql_connect(nama_server, nama_user, password); 
 keterangan: 
nama_server, adalah nama komputer server yang memuat DBMS MySQL yang dituju. nama_user, adalah nama user DBMS MySQL yang memiliki otoritas untuk login ke database. password, adalah password user login ke DBMS MySQL. 
contoh:  
<? 
$id=mysql_connect("localhost", "root", ""); 
if (! $id) 
 echo "Gagal koneksi dengan Server"; 
else 
 echo "Sukses koneksi dengan Server"; 
?> 
program di atas apabila dijalankan akan menampilkan output Sukses koneksi dengan Server jika berhasil terkoneksi ke dbms server mysql, namun jika gagal terkoneksi ke database 
akan ditampilkan output: Gagal koneksi dengan Server  
2. Memilih Database dalam MySQL 
integer mysql_select_db(string nama_database [, integer 
id_koneksi]); 
keterangan: 
nama_database, adalah diisi dengan nama database yang akan dituju dalam DBMS 
MySQL. id_koneksi, diisi dengan pengenal koneksi yang telah aktif. 

Sekian penjelasan Singkat Tentang MySQL semoga bermanfaat :)


Share:

DASAR - DASAR PHP

     
             Baiklah pada Dasar dasar PHP ini akan menjelaskan tentang penulisan komentar, tipe data, konstanta, variabel dan operator.
 
1. Komentar
Komentar adalah bagian dari program yang berfungsi sebagai penjelas atau pemberi keterangan dalam program. Komentar ini tidak akan dieksekusi/dikerjakan oleh interpreter. Untuk mendefinisikan komentar dipergunakan simbol-simbol karakter berikut : 
a. dengan symbol dobel-slash(//), biasanya untuk komentar satu baris 
b. diawali dengan symbol slash-asterik (/*) dan ditutup dengan asterik-slash(*/), biasanya digunakan untuk memberikan komentar lebih dari satu baris. 

2. Tipe Data
Tipe data dasar PHP terdiri dari 
- integer, termasuk jenis data bilangan bulat 
- double, termasuk jenis data bilangan pecahan/desimal 
- string, termasuk jenis data teks/untaian karakter
contoh 
<?php 
 $a=10; //variable $a memiliki tipe data integer 
 echo $a; 
 $b=22.33; //variable $b memiliki tipe data double 
 echo $b; 
 $c=”Skrip PHP”; //variable $c memiliki tipe data string 
 echo $c; 
?> 

3. Variabel 
            Variabel adalah suatu pengenal dalam program yang berfungsi untuk menyimpan nilai secara sementara dan dapat diubah-ubah nilai. Untuk mendefinisikan variable, diawali dengan simbol karakter dollar(‘$’) dan diikuti oleh nama pengenal. contoh
$NamaPengenal = nilai; 

Adapun aturan dalam menyusun pengenal : 
a. tersusun dari karakter huruf, angka dan underscore(_) 
b. tidak boleh mengandung spasi 
c. karakter pertama nama pengenal harus dari karakter huruf atau underscore. 
d. huruf kecil dan besar dibedakan 

4.Konstanta 
       Konstanta adalah suatu tetapan nilai dalam program. Konstanta tidak dapat dirubah nilai sewaktu program dijalankan, kalau hal itu dilakukan akan menyebabkan error. Untuk mendefinisikan konstanta digunakan :  
define (NamaPengenal, nilai_konstanta);

5. Operator
Operator adalah suatu symbol yang berfungsi untuk menyusun sebuah ekspresi maupun operasi. Sedangkan yang dioperasikan operator disebut dengan operand, adapun macam-macam operator antara lain :

Operator Aritmatika
Merupakan symbol-simbol operator untuk melakukan operasi matematis.
Jenis Operator                 Operator       Contoh                   Keterangan
Aritmatika                                 +              $a + $b                    Pertambahan
                                                 -              $a – $b                     Pengurangan
                                                 *              $a * $b                     Perkalian
                                                 /              $a / $b                      Pembagian
                                               %              $a % $b                    Modulus, sisa pembagian
2. Operator Pembandingan 
Merupakan simbol-simbol operator untuk melakukan pembandingan antara dua buah operand. Hasil pembandingan bernilai satu(1) jika benar dan bernilai nol(0) jika salah. 

Perbandingan                        ==             $a == $b                     Sama dengan
                                            ===             $a ===$b                    Identik
                                               !=             $a != $b                     Tidak sama dengan
                                               <>            $a <> $b                     Tidak sama dengan
                                              !==            $a !== $b                    Tidak identik
                                                <              $a < $b                       Kurang dari
                                                >              $a > $b                       Lebih dari
                                               <=             $a <= $b                     Kurang dari sama dengan
                                               >=             $a >= $b                     Lebih dari sama dengan
3. Operator Logika 
Merupakan symbol-simbol operator untuk menyusun kalimat ekspresi/ungkapan logika. Hasil operasi ini akan didapatkan nilai satu(1) jika bernilai benar atau nol(0) jika bernilai salah. 
 
Logika                                   and             $a and $b                  TRUE jika $a dan $b TRUE
                                              &&              $a && $b                   TRUE jika $a dan $b TRUE
                                              or               $a or $b                     TRUE jika $a atau $b TRUE
                                               ||                $a || $b                      TRUE jika $a dan/atau $b TRUE

sekian beberapa operator-operator yang sering digunakan pada PHP,

Share:

PENGENALAN PHP


PHP,,????
apa itu PHP,?? (Pemberi Harapan Palsu)?? hehe, buat apa sih PHP itu?? nah kali ini yang akan saya bahas adalah PHP.
    PHP kepanjangan dari(PHP Hypertext Preprocessor), merupakan bahasa pemrogramman berbasis web yang memiliki kemampuan untuk memproses data dinamis, Pada prinsipnya server akan bekerja apabila ada permintaan dari client. Dalam hal ini client
menggunakan kode-kode PHP untuk mengirimkan permintaan ke server (dapat dilihat pada
gambar dibawah). Ketika menggunakan PHP sebagai server-side embedded script language maka
server akan melakukan hal-hal sebagai berikut :
1.  Membaca permintaan dari client/browser
2.  Mencari halaman/page di server
3.  Melakukan instruksi yang diberikan oleh PHP untuk melakukan modifikasi pada halaman/page.
4.  Mengirim kembali halaman tersebut kepada client melalui internet atau intranet.

Karakteristik script PHP dapat diuraikan sebagai berikut :
file PHP disimpan dengan extensi filenya yaitu : *.php3, *.php4, *.php 
Script PHP biasanya diawali dengan tag ‘<?’ atau ‘<?php’ dan ditutup dengan tag  ‘?>’ 
File PHP dapat menginduk atau disisipkan pada bahasa script lainnya atau dapat 
berdiri sendiri. Contoh skrip PHP yang disisipkan pada HTML

Apa yang dapat dilakukan oleh PHP? 
           Pada level dasar, PHP dapat melakukan semua apa yang dapat dilakukan oleh pemrograman berbasis CGI lainnya, dan juga kekuatan utamanya adalah dalam pembuatan apalikasi web database. Hampir sebagian besar produk software DBMS dapat didukung oleh PHP baik yang berjalan pada system operasi Windows, Linux maupun system operasi lainnya. Sebagian DBMS yang dapat didukung oleh PHP.


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.