gak perlu di deskripsikan, karena semua udah jelas

Sabtu, 21 Juni 2014

1.      PENJELASAN
Sebelum mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan dari ketiga model yang digunakan yaitu Waterfall, Iterasi, dan Spiral,
a.       Waterfall
Merupakan salah satu model rekayasa yang diperkenalkan oleh winston royce, pada tahun 1970,  waterfall model merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier. Output dari setiaptahapnya merupakan input bagi tiap berikutnya, tahapan yang harus dilalui yaitu, Reqruitment, Spesification. Desig, implementation, Integration, Operation mode & retrimen.



b.      Iterasi
Iterasi adalah model pengembangan system yang bersifat dinamis dalam artian setiap proses pengembangan system dapat diulang jika terdapat kekrangan atau kesalahan, setiap tahapan pengembangan system dapat dikerjakan berupa ringkasan dan tidak lengkap, tetapi pada akhir pengembangan akan didapatkan system yang lengkap. Dapat digambarkan sebagai berikut


c.       Model Spiral
Pada awalnya model ini diusulkan oleh  Boehm, meruoakan model proses perangkat lunak evolusioner yang menangkal sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model squensial linear. Model ini memungkinkan pengembangmenngembangkan versi yang lebih lengkap 
Tapan pada model spiral ada enam  diantaranya komunikasi pelanggan, perencanaan, analisis resiko, perekayasaan, konstruksi dan peluncuran, dan evaluasi pelanggan.



2.      Kelebihan dan kekurangan masing masing model

A.    Model Iterasi
Kelebihan Model Iterasi :
1.      Dapat mengakomodasi jika terjadi perubahan pada tahapan pengembangan yang telah dilaksanakan.
2.      Dapat disesuaikan agar system bisa dipakai selama hidup software computer.
3.      Cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
4.      Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tahapan karena system terus bekerja selama proses.

Kekurangan Model Iterasi :
1.      Hanya berlaku untuk Short-Lifetime system.
2.      Tahapan proses tidak terlihat sedang berada ditahapan mana suatu pekerjaan.
3.      Memerlukan alat ukur kemajuan secara regular.
4.      Perubahan yang sering terjadi dapat merubah struktur system.
5.      Memerlukan tenaga ahli dengan kemampuan tinggi.

B.     Model Waterfall

KeuntunganMetode Waterfall

1.       Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
2.       Document pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi  setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
3.       Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno, daripada menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.

Kelemahan waterfall

1.       Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.
2.       Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan yang berakibat pada tahapan selanjutnya.
3.       Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal pengembangan.
4.       Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memakan waktu yang lama.
5.       Pada kenyataannya, jarang mengikuti urutan sekuensial seperti pada teori. Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.

C.     Model Spiral
Kelebihan model Spiral :
1.      Setiap tahap pengerjaan dibuat prototyping sehingga kekurangan dan apa yang diharapkan oleh client dapat diperjelas dan juga dapat menjadi acuan untuk client dalam mencari kekurangan kebutuhan.
2.      Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
3.      Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer. 
4.      Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.
5.      Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.
6.      Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif.
7.      Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.

Kekurangan model Spiral :

  1. Banyak konsumen (Client) tidak percaya bahwa pendekatan secara evolusioner dapat dikontrol oleh kedua pihak. Model spiral mempunyai resiko yang harus dipertimbangkan ulang oleh konsumen dan developer.
  2. Memerlukan tenaga ahli untuk memperkirakan resiko, dan harus mengandalkannya supaya sukses.
  3. Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien karena usianya yang relatif baru.
  4. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
  5. Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.